Blog Koleksi Resep Masakan Terlengkap

29 August 2014

Bagi para Food Lovers nih ada blog yang menyajikan koleksi resep masakan terlengkap, ada resep masakan tradisional, resep masakan modern, resep masakan oriental, aneka resep kue, resep minuman, aneka bumbu dapur dan masih banyak lagi info menarik lainya.

 

Blog ini berisi berbagai resep masakan tradisional indonesia dan resep masakan modern ala barat yang sudah dimodifikasi, juga resep masakan cina atau oriental yang tentu sangat lezat dan menggugah selera anda.

 

Salah satu resep favorit saya adalah Rainbow Cake yang sangat digemari dan trend saat ini, selain untuk acara ulang tahun kue ini juga nikmat bila disantap pada acara keluarga atau pesta. Ayo monggo mampir di Blog Koleksi Resep Masakan Terlengkap.

blog-resep-masakan


Bagian-bagian Tripod

15 August 2011

Tripod

Secara umum Tripod terdiri atas :

 

Bubble/Head : bagian atas kepala tempat kedudukan sepatu kamera (shoe),water pass, dan lock-off-on.

Plate : tempat untuk kedudukan kamera

Shoe : tempat untuk kedudukan kamera setelah dipasang plate

Pan Handle : Stick yang berfungsi menggerakan kamera kekanan-kiri dan keatas-bawah.

Lock on-off : berfungsi membuka dan mengunci gerakan kamera.

Legs : Sebutan untuk kaki tripod

Spider : berfungsi sebagai pengait legs, sehingga kedudukan tripod lebih kuat.


Pengelompokan Kamera

9 August 2011

Prosumer Video Camera (Semi Profesional Camera)

Prosumer Video Camera (Semi Profesional Camera)

Prosumer Video Camera (Semi Profesional Camera)

Profesional Video Camera
Camera-Broadcast
Picture by Google.

JURNALIS TV DALAM KHAYALANKU | By: B_nugros

30 April 2009

travel-journalist-smallSaya sangat suka berkhayal, dan saat ini saya sedang berkhayal tentang seorang jurnalis TV
Berikut ini khayalan saya….

Dalam bayangan saya, Isi tas seorang Jurnalis TV terdapat benda-benda ini :

1. Video Camera Plus Casette 
2. Perlengkapan Camera (Tripot, Charger, Firewire, Cleanner Cassete)
3. Laptop dan perlengkapanya
4. Notes kecil dan Pulpen 
5. Handuk kecil
6. Botol Airminum ukuran medium
7. Battrey cadangan untuk camera dan Handphone
8. Mic External yang mempunyai Logo Station

Dalam bayangan saya, kamera video jurnalis :

1. Camera video 3ccd ukuran compact dengan berat max 3 Kg
2. Mempunyai Battrey cadangan disamping Battrey utama yang mampu menyuplai daya
selama minimal 600 menit perekaman.
3. Terdapat HeadLamp, 100 watt untuk mode perekaman di tempat underlight
4. Selalu menempatkan Cassete baru di dalam camera, sehingga sewaktu-waktu ada peristiwa,
saat itu juga siap mengabadikan kejadian tersebut.
5. Mempunyai fasilitas Audio IN, sehingga jalur audio bisa didapat dari MIC EXTERNAL

Dalam bayangan saya, di pinggang seorang jurnalis tv selalu terdapat :
1. Handphone 
2. Rokok dan korek api

Dalam bayangan saya, Spec Handphone seorang journalist tv :

1. Handphone dg fasilitas minimal 3,5 G
2. Kartu Pasca Bayar dari Provider yang memungkinkan Direct Email Acces
3. Memori HP Contact Person Narasumber & Informan minimal 1000 Nama
yang selalu update setiap hari
4. Always ON GPRS
5. Bisa berlaku sebagai modem internet via USB atau Bluetooth

Yang paling penting, harus mempunyai 2 jalur akses yaitu :
1. Handphone untuk Komunikasi Pribadi & Keluarga
(Biasanya CDMA)
2. Handphone untuk Kerja sebagai Jurnalis TV
(Full Multimedia)

Dalam bayangan saya, Profile seorang Jurnalis TV :
1. Menguasai segala hal, mulai dari hal politik sampai dengan kisah seorang tukang semir sepatu
2. Mempunyai Indera ke-6, sehingga “tahu sebelum kejadian terjadi”
3. Mempunyai pengetahuan Ilmu Psikologi, sehingga paham karakter tiap narasumber, bahkan mampu 
membuat “brainwash” sehingga segala data dari narasumber bisa diperoleh
4. Lancar berkomunikasi minimal dalam 3 bahasa.
5. Jujur, Adil dan tidak egois
Jujur dalam menyampaikan sebuah informasi
Adil dalam memberi kesempatan orang lain berbicara
Tidak egois sehingga mampu berkerjasama dalam Tim dan mau mendengar masukan teman.

Dalam bayangan saya, Karakter seorang jurnalis tv :
1. Ulet, Berdahi Intan dan berhati Samudra.
Ulet dalam mencari data sampai dengan ke akar-akarnya
Berdahi Intan, pantang menyerah terhadap kondisi Geografis ditempat dia bertugas, karena sesungguhnya kondisi 
alam tidak bisa dikambinghitamkan.
Berhati Samudra, sabar terhadap segala seusatu, bak samudra yg dialiri jutaan sungai, tetapi tidak meluap.

2. Pelobi dan negosiator ulung, sehingga dalam mencari data mampu menembus berbagi lapisan birokrasi, 
dan suatu saat dia akan berkata : “TIdak ada yang bisa menghalangi langkahku”

Dalam bayangan saya :
Sesungguhnya Junalis TV adalah seorang Producer, merangkap sutradara, kamerawan, lightingman dan penulis naskah,
bahkan dia juga seorang pakar IT dan Transmisi Data. Jika boleh dibilang, Jurnalis TV melebihi Direktorat Reserse & Kriminal POLRI, bahkan sedikit diatas Badan Intelijen Negara. Dan jika boleh dikatakan, seorang jurnalis TV mampu menanggung beban melebihi buruh gendong di Pasar Bambu Kuning, bahkan nyalinya sedikit diatas Penerjun Payung.
Dan jika layak ditulis disini, Jurnalis TV adalah pakar komunikasi dan pakar presentasi yang kemampuan presentasinya
melebihi Presenter MLM yg setiap minggu mengadakan pertemuan dg Downlinenya.

Dalam khayalan saya :
Mata, tangan, gerak tubuh, tulisan dan karya seorang jurnalis TV adalah milik orang banyak.
Sesungguhnya seorang Jurnalis TV sudah tidak memiliki raganya sendiri, 
Semua anggota badanya adalah milik orang banyak.
Matanya mewakili jutaan orang
Tulisan tanganya dinanti dengan penuh harapan
Gerak Tubuhnya memberi inspirasi dan keseimbangan untuk Kondisi Masyarakat 

Dalam bayangan saya :
Secara manusia, Jurnalis TV merasakan lapar, haus, kesepian, takut, capai, lemah, depresi.
Namun disaat dia melihat JUTAAN MANUSIA membutuhkanya, sel-sel dalam tubuhnya tiba-tiba terbangun.
Seakan ada transfer tenaga dalam yang luar biasa, membangkitkan staminanya.
Tiba-tiba dia merasakan ribuan malaikat mengawal langkahnya sehingga tiada lagi ketakutan
Bahkan jika dia berjalan dipasir, tapak kaki dibelakangnya seakan tidak hanya dua, tetapi ribuan tapak kaki mendampingi.
Panas matahari yang menyengat dalam perjalanannya, seakan menjadi Aurora indah dan berhawa sejuk.

Dalam bayangan saya :
Jurnalis TV bukan sekedar Profesi, tetapi Panggilan Hidup.
Seorang Biksu di Sebuah Kuil di Himalaya tidak memikirkan gajinya, 
Dia tidak kuatir besok makan apa, dia tidak akan menanyakan kepada Kepala Kuil : Gajian tanggal berapa bang ?
Kehidupan yg sangat aneh, karena sampai saat ini saya tidak pernah membaca berita bahwa ada seorang biksu
yang meninggal dunia karena kelaparan.

Sebuah panggilan hidup yang dijalankan dengan penuh Professionalitas menghasilkan sebuah karya besar.
Jika dihitung secara materi dan diperdagangkan :
Gambar Video Profsesional Jurnalis TV tentang Perang Teluk, yg dalam pengambilan gambarnya, nyawa dipertaruhkan,
layak dibandrol harga berapa ? 150ribu/tayang ataukan 1 jt/tayang ?
Apakah nyawa Jurnalis TV hanya dihargai semurah itu, lebih murah dari harga Nokia E90 non Garansi ?
Jangan merupiahkan sebuah karya Jurnalistik TV.
Karya Video Jurnalistik tidak terbeli !!!!!, yang bisa dirupiahkan adalah Biaya Produksi !!!!!

Dalam bayangan saya :
Saya marah besar dan menggebrak meja, memecahkan kaca saat mendengar transaksi jual beli dan tukar menukar gambar berita.
Saya marah dalam khayalan saja, karena tidak berani marah di dunia nyata….
Marah karena sebegitu mudahkah sebuah idealisme dikorbankan? demi mengejar honor per tayang 100 – 500 rb/tayang
Tukar menukar gambar berita yg disebabkan data yang ngga lengkap, sehingga kantor pusat pasti tidak mau menayangkan,
jika gambar tidak lengkap. 

Seorang Pemalas dan tidak sadar panggilan hidupnya diharapkan jangan pernah menodai kesucian idealisme
dari Video Jurnalism. 
ENyahlah jauh2 !!!! Seorang pemalas yg hanya Kejar Setoran Berita !!!!
Itu sama saja dengan menyundalkan dan men-jablaikan Idealisme… Pahit sekali saya merasakan !!!!
Sudah begitu, dia begitu bangganya saat narasi terakhir terdengar ………..SI BOTAK DAN SI SIPIT MELAPORKAN …….
APakah itu karya Video Jurnalistik Sejati?

Dalam bayangan saya :
Menjadi Jurnalis TV tidak untuk mencari uang.
Jika ingin mencari uang, jadilah Producer Iklan dan Dirikanlah Production House berkualitas,
dengan alat lengkap dan SDM Mumpuni.

Dalam bayangan saya :
Menjadi seorang jurnalis TV adalah sesuatu yang mulia.
Gabungan Manusia Seni dan Teknologi dilandasi dengan Keimanan Yang Kuat.
Untuk biaya hidup dan kehidupan seorang Jurnalis TV adalah seperti :
mengharap tetes embun dari langit, yg utk meraihnya diperlukan sebuah iman yg teguh.

—————-Sejurus kemudian saya tersadar dari khayalan saya karena bunyi dering Handphone saya
dari ujung telepon seseorang berbicara kepada saya :

” Mas Bayu…ada stok gambar Bandara Radin Intan nggak ?, aku tadi mau ambil gambarnya tetapi ngga boleh sama satpam, sehingga gambarnya ga dapet……
Saya menjawab : ” Selalu ada Stok gambar untuk para Amatir”

SEKIAN

Picture : http://www.rosenblumtv.wordpress.com

Sumber : 

http://www.facebook.com/note.php?note_id=93489858222&ref=mf


JOURNALIST TV by. B_nugros LTV

27 April 2009

n1561451317_7165Pagi hari Jam 05.15 dia terbangun karena bunyi nada dering BLACKBERRY , menandakan ada email masuk.
Setelah dibuka ternyata ada email dari Producer Berita di Kantor Pusat yang menginformasikan bahwa jam 07.30 akan ada demo di Kantor KPU

Segera dia mempersiapkan Kamera HDV 1080i , dan sebuah kaset MiniDV baru.
Setelah Check Battrey Kamera yg telah dia Charging semalaman, dia mencoba merekam memakai kameranya, 
hanya sekedar test, apakah gambar yang direkam sempurna dan audio clear.

Setelah Check Kamera selesai, dia beranjak ke meja kerjanya, mengambil Laptop Tohshiba Portege R500-E264, yang masih menyala, karena semalam Upload Video Berita ke FTP server Kantor Pusat, menggunakan koneksi Speedy Unlimited.

Stelah mencopot kabel Firewire dari Port IEEE1913 di Laptopnya dan membereskan Adaptor Notebook, dia memasukan Laptop kedalam Tas CASELOGIC SLRC4. Tas simpel yg bisa memuat Seperangkat Kamera beserta Laptop.

Dia melihat jam dinding yang menunjukan pkl 05.30. Segera dia mandi.

Pkl 06.30 dia bertemu dengan petugas jaga di KPU, dan memvalidasi informasi yg dia dapat dari producer.
Ternyata memang benar, pada pukul 07.30 akan ada Demo.

Setelah mendapat kepastian bahwa informasi tersebut A1, dia membuka Tas dan mengeluarkan kamera videonya.
Koreksi White Balance dan ShutterSpeed tidak lupa dia lakukan, karena dia selalu memakai mode AUTO saat perekaman gambar

Pkl 07.15
Perekaman Pertama masing-masing selama 10 detik : LS Gedung KPU kemudian MCU Plang Kpu. 
Setelah itu, dia melihat Jam tangan CASIO GSHOCK G9200, menunjukan waktu pkl 07.30 tetapi suasana masih sepi.
Sambil menghisap Roko Dji Sam Soe Filter, dia mendengarkan mp3 dari Apple iPod Touch 16Gb, 
Petugas Dalmas dari Kepolisian sudah mulai berdatangan 

Pkl 08.00 
Sudah tampak dari kejauhan Rombongan Massa yang berjalan kaki.
Segera dia ambil Kamera dan menggeser posisi OFF ke mode Camera. 
Sony HDV1080i mempunyai 3 tombol memory setup setting, sehingga parameter WB dan Shutter Speed yg sudah diatur, bisa disimpan di salah satu tombol QUICKBUTTON.

Karena jarak Obyek 400 meter dari kamera, maka dia buru-buru mengeluarkan Tripot LIBECH th1600. 
Sebuah Tripot portable namun kuat, mengakibatkan gambar yang diambil lebih stabil.

Dia mencoba framing gambar dengan LS Massa berjalan kaki, kemudia MCU Pemimpin Massa.
Semenit kemudian, obyek sudah berjarak 100 meter dari kamera, namun dia tetap memakai Tripot sebagai penyangga kamera, supaya gambar yg direkam tetap Stabil dan Steady.

Rupanya dia ingin mengambil salah satu muka Pendemo, dan ingin mendapatkan Depth of Field yang dalam. 
DOP sangat mungkin dilakukan dengan Lensa Kamera HDV 1080i, namun harus dari jarak 30 meter. 

Setelah Composisi Framing didapat, dia mulai merekam dengan urutan ECU muka pendemo-ECU Kaki Pendemo-MCU Massa
Tepat 20 Detik kemudian, dia membereskan Tripotnya, dan berlari menuju Pagar Gedung KPU. 
Tanpa pikir panjang, Camera masih dalam kondisi ON non REC , dia meloncat menaiki pagar.

Rupanya dia ingin mengambil gambar pendemo dari atas. 
Angle BIRDVIEW dia pilih karena mengesankan massa yang banyak tumpah ruah tercover dari lensa kamera.
Tepat 30 detik kemudian, dia turun dari pagar, selanjutnya mendekati Petugas Kepolisian yang sedang berjaga.

Dari jarak 2 meter dan posisi kamera 30cm dari tanah, dia mulai merekam gambar polisi tsb dengan framing MCU 
Angle Frogeye, dia pilih , karena akan mengesankan “keagungan dan kegagaghan petugas” .

Demo berjalan panas.

Kemudian dia berlari lagi menaiki Pagar KPU dari sisi kiri Pendemo, megambil gambar KORLAP DEMO yang sedang menenangkan Massa Pendemo. 

Ambien Suara/ Natsound direkam menggunakan MIC SHOTGUN yg terpasang di kamera, dengan posisi WINDCUT ON

—— singkat Cerita——–

Pkl 10.00 Demo berakhir.
Sang Reporter duduk kelelahan di sebuah warung, di depan Kantor KPU. 
Dia melihat jam, …. “sekarang pukul 10.15” …..wah gawat …. berita ini akan dijadikan Breaking News pukul 12.00 siang

Sambil menghisap rokonya, dia buru-buru mengambil Laptop, memasang kabel Firewire dan menancapkan Modem Speedy Unlimited ke port USB.

Membuka Software Vegas Video 7, mencapture gambar yang didapat. 
Sambil mencapture, dia membuka Word 2003, dan segera dia menulis Naskah Berita
Kemampuan Vegas Video 7 yang Multitasking, memungkinkan aktivitas Capture tetap berjalan sambil membuka Aplikasi lain.

Naskah telah selesai, dan gambar telah berpindah ke Hardisk Laptop

Nah…karena semenjak dari pagi , sang reporter telah mengkonsep/merencanakan semua gambar yang akan diambil, maka tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk membuat “sekuent” gambar yg bercerita.

Setelah merender file ke format WMV, 3 menit total durasi vide berita sebesar 25 MB, siap dikirim dalam satu folder bersama naskah berita. Sambil membuka Aplikasi Clien FTP, dia melihat BLACBERRY nya karena ada Email masuk…..

—you’re got email——

Email tersebut dari Kantor Pusat, yg berisi perintah : Segera kirimkan data awal kejadian beserta file video/Still picture. Ditunggu dalam waktu 10 menit. 

Hah ??? 10 menit ? ternyata pada pukul 11.00, berita tersebut akan dijadikan Materi Reader oleh Redaksi.
Ups…gimana caranya ? tanpa pikir panjang, dia mengambil hanphone cadangan, Nokia 9500 yang bersimcard Simpati.

Kemudian dg menggunakan Vegas Video 7, dia men – Grab gambar bergerak menjadi Still Picture. Masing2 gambar mewakili peristiwa yang terjadi. Dua menit kemudian , dia hidupkan Bluetooth di Laptop dan Handphone Nokia 9300.

Ternyata dia mengirim Still Picture tadi ke Nokia 9300, cuma memerlukan waktu semenit, gambar tsb sudah pindah ke Memorycard Handphone.

Nokia 9300 yang ber-simcard simpati sangat mendukung MMS (Multimedia Messaging Service). Rupanya gambar tadi akan dikirimkan melalui MMS ke Kantor Pusat. 

hhmmmm … masuk akal juga pengiriman MMS ukuran 200 Kb antar Kartu Simpati membutuhkan waktu kurang dari semenit.
Setelah calling Kantor Pusat, meminta aktivasi Provider Simpati di Server Pusat, dia mengirimkan File Picture tersebut. 
Setelah itu data awal dalam bentuk MSWORD File, dikirim melalui SMS.

Tepat pkl 10.40 file gambar & Naskah sudah masuk ke server Kantor Pusat. ….aman !!!

Dia kembali melanjutkan aktivitas di FTP CLient. 
Setelah LOG ON, kemudian Proses Drag and Drop, ….. sambil menunggu Uploading, dia menyalakan sebatang rokok Dji Sam Soe Filter dan menghisapnya, tak lupa segelas Es Teh menemani aktivitas UPLOAD. 

Proses Upload selesai pukul 11.15, masuk server pusat, siap diolah dan ditayangkan

Pkl 11.17 
…..you got email ……..Blackberry kembali berdering, … email masuk dari kantor pusat berisi kalimat :
…..CONGRATULATION,…. you’re the real TV Journalist and most digitally ……!!!!!!!!!! 

Journalist Televisi memang harus paham seluk beluk Multimedia dan tidak gaptek
Semoga …………… 

Sumber : 

http://www.facebook.com/note.php?note_id=92320948222&ref=mf