JURNALIS TV DALAM KHAYALANKU | By: B_nugros

travel-journalist-smallSaya sangat suka berkhayal, dan saat ini saya sedang berkhayal tentang seorang jurnalis TV
Berikut ini khayalan saya….

Dalam bayangan saya, Isi tas seorang Jurnalis TV terdapat benda-benda ini :

1. Video Camera Plus Casette 
2. Perlengkapan Camera (Tripot, Charger, Firewire, Cleanner Cassete)
3. Laptop dan perlengkapanya
4. Notes kecil dan Pulpen 
5. Handuk kecil
6. Botol Airminum ukuran medium
7. Battrey cadangan untuk camera dan Handphone
8. Mic External yang mempunyai Logo Station

Dalam bayangan saya, kamera video jurnalis :

1. Camera video 3ccd ukuran compact dengan berat max 3 Kg
2. Mempunyai Battrey cadangan disamping Battrey utama yang mampu menyuplai daya
selama minimal 600 menit perekaman.
3. Terdapat HeadLamp, 100 watt untuk mode perekaman di tempat underlight
4. Selalu menempatkan Cassete baru di dalam camera, sehingga sewaktu-waktu ada peristiwa,
saat itu juga siap mengabadikan kejadian tersebut.
5. Mempunyai fasilitas Audio IN, sehingga jalur audio bisa didapat dari MIC EXTERNAL

Dalam bayangan saya, di pinggang seorang jurnalis tv selalu terdapat :
1. Handphone 
2. Rokok dan korek api

Dalam bayangan saya, Spec Handphone seorang journalist tv :

1. Handphone dg fasilitas minimal 3,5 G
2. Kartu Pasca Bayar dari Provider yang memungkinkan Direct Email Acces
3. Memori HP Contact Person Narasumber & Informan minimal 1000 Nama
yang selalu update setiap hari
4. Always ON GPRS
5. Bisa berlaku sebagai modem internet via USB atau Bluetooth

Yang paling penting, harus mempunyai 2 jalur akses yaitu :
1. Handphone untuk Komunikasi Pribadi & Keluarga
(Biasanya CDMA)
2. Handphone untuk Kerja sebagai Jurnalis TV
(Full Multimedia)

Dalam bayangan saya, Profile seorang Jurnalis TV :
1. Menguasai segala hal, mulai dari hal politik sampai dengan kisah seorang tukang semir sepatu
2. Mempunyai Indera ke-6, sehingga “tahu sebelum kejadian terjadi”
3. Mempunyai pengetahuan Ilmu Psikologi, sehingga paham karakter tiap narasumber, bahkan mampu 
membuat “brainwash” sehingga segala data dari narasumber bisa diperoleh
4. Lancar berkomunikasi minimal dalam 3 bahasa.
5. Jujur, Adil dan tidak egois
Jujur dalam menyampaikan sebuah informasi
Adil dalam memberi kesempatan orang lain berbicara
Tidak egois sehingga mampu berkerjasama dalam Tim dan mau mendengar masukan teman.

Dalam bayangan saya, Karakter seorang jurnalis tv :
1. Ulet, Berdahi Intan dan berhati Samudra.
Ulet dalam mencari data sampai dengan ke akar-akarnya
Berdahi Intan, pantang menyerah terhadap kondisi Geografis ditempat dia bertugas, karena sesungguhnya kondisi 
alam tidak bisa dikambinghitamkan.
Berhati Samudra, sabar terhadap segala seusatu, bak samudra yg dialiri jutaan sungai, tetapi tidak meluap.

2. Pelobi dan negosiator ulung, sehingga dalam mencari data mampu menembus berbagi lapisan birokrasi, 
dan suatu saat dia akan berkata : “TIdak ada yang bisa menghalangi langkahku”

Dalam bayangan saya :
Sesungguhnya Junalis TV adalah seorang Producer, merangkap sutradara, kamerawan, lightingman dan penulis naskah,
bahkan dia juga seorang pakar IT dan Transmisi Data. Jika boleh dibilang, Jurnalis TV melebihi Direktorat Reserse & Kriminal POLRI, bahkan sedikit diatas Badan Intelijen Negara. Dan jika boleh dikatakan, seorang jurnalis TV mampu menanggung beban melebihi buruh gendong di Pasar Bambu Kuning, bahkan nyalinya sedikit diatas Penerjun Payung.
Dan jika layak ditulis disini, Jurnalis TV adalah pakar komunikasi dan pakar presentasi yang kemampuan presentasinya
melebihi Presenter MLM yg setiap minggu mengadakan pertemuan dg Downlinenya.

Dalam khayalan saya :
Mata, tangan, gerak tubuh, tulisan dan karya seorang jurnalis TV adalah milik orang banyak.
Sesungguhnya seorang Jurnalis TV sudah tidak memiliki raganya sendiri, 
Semua anggota badanya adalah milik orang banyak.
Matanya mewakili jutaan orang
Tulisan tanganya dinanti dengan penuh harapan
Gerak Tubuhnya memberi inspirasi dan keseimbangan untuk Kondisi Masyarakat 

Dalam bayangan saya :
Secara manusia, Jurnalis TV merasakan lapar, haus, kesepian, takut, capai, lemah, depresi.
Namun disaat dia melihat JUTAAN MANUSIA membutuhkanya, sel-sel dalam tubuhnya tiba-tiba terbangun.
Seakan ada transfer tenaga dalam yang luar biasa, membangkitkan staminanya.
Tiba-tiba dia merasakan ribuan malaikat mengawal langkahnya sehingga tiada lagi ketakutan
Bahkan jika dia berjalan dipasir, tapak kaki dibelakangnya seakan tidak hanya dua, tetapi ribuan tapak kaki mendampingi.
Panas matahari yang menyengat dalam perjalanannya, seakan menjadi Aurora indah dan berhawa sejuk.

Dalam bayangan saya :
Jurnalis TV bukan sekedar Profesi, tetapi Panggilan Hidup.
Seorang Biksu di Sebuah Kuil di Himalaya tidak memikirkan gajinya, 
Dia tidak kuatir besok makan apa, dia tidak akan menanyakan kepada Kepala Kuil : Gajian tanggal berapa bang ?
Kehidupan yg sangat aneh, karena sampai saat ini saya tidak pernah membaca berita bahwa ada seorang biksu
yang meninggal dunia karena kelaparan.

Sebuah panggilan hidup yang dijalankan dengan penuh Professionalitas menghasilkan sebuah karya besar.
Jika dihitung secara materi dan diperdagangkan :
Gambar Video Profsesional Jurnalis TV tentang Perang Teluk, yg dalam pengambilan gambarnya, nyawa dipertaruhkan,
layak dibandrol harga berapa ? 150ribu/tayang ataukan 1 jt/tayang ?
Apakah nyawa Jurnalis TV hanya dihargai semurah itu, lebih murah dari harga Nokia E90 non Garansi ?
Jangan merupiahkan sebuah karya Jurnalistik TV.
Karya Video Jurnalistik tidak terbeli !!!!!, yang bisa dirupiahkan adalah Biaya Produksi !!!!!

Dalam bayangan saya :
Saya marah besar dan menggebrak meja, memecahkan kaca saat mendengar transaksi jual beli dan tukar menukar gambar berita.
Saya marah dalam khayalan saja, karena tidak berani marah di dunia nyata….
Marah karena sebegitu mudahkah sebuah idealisme dikorbankan? demi mengejar honor per tayang 100 – 500 rb/tayang
Tukar menukar gambar berita yg disebabkan data yang ngga lengkap, sehingga kantor pusat pasti tidak mau menayangkan,
jika gambar tidak lengkap. 

Seorang Pemalas dan tidak sadar panggilan hidupnya diharapkan jangan pernah menodai kesucian idealisme
dari Video Jurnalism. 
ENyahlah jauh2 !!!! Seorang pemalas yg hanya Kejar Setoran Berita !!!!
Itu sama saja dengan menyundalkan dan men-jablaikan Idealisme… Pahit sekali saya merasakan !!!!
Sudah begitu, dia begitu bangganya saat narasi terakhir terdengar ………..SI BOTAK DAN SI SIPIT MELAPORKAN …….
APakah itu karya Video Jurnalistik Sejati?

Dalam bayangan saya :
Menjadi Jurnalis TV tidak untuk mencari uang.
Jika ingin mencari uang, jadilah Producer Iklan dan Dirikanlah Production House berkualitas,
dengan alat lengkap dan SDM Mumpuni.

Dalam bayangan saya :
Menjadi seorang jurnalis TV adalah sesuatu yang mulia.
Gabungan Manusia Seni dan Teknologi dilandasi dengan Keimanan Yang Kuat.
Untuk biaya hidup dan kehidupan seorang Jurnalis TV adalah seperti :
mengharap tetes embun dari langit, yg utk meraihnya diperlukan sebuah iman yg teguh.

—————-Sejurus kemudian saya tersadar dari khayalan saya karena bunyi dering Handphone saya
dari ujung telepon seseorang berbicara kepada saya :

” Mas Bayu…ada stok gambar Bandara Radin Intan nggak ?, aku tadi mau ambil gambarnya tetapi ngga boleh sama satpam, sehingga gambarnya ga dapet……
Saya menjawab : ” Selalu ada Stok gambar untuk para Amatir”

SEKIAN

Picture : http://www.rosenblumtv.wordpress.com

Sumber : 

http://www.facebook.com/note.php?note_id=93489858222&ref=mf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: