Soal Nasip

waitingSudah lama senyum manisku terpendam
Dalam maraknya segala kisah nafasku yang tak wangi lagi
Aku sendiri terperosok dalam jangkauan waktu berliku
Menunggu, dan terus akan menunggu ?
Tak mengerti apa yang ditunggu …. Selama itu …
Aku dihujani pertanyaan semu oleh “bangsaku”
Yang tak satupun membuat urat nadiku tergerak tegap
Untuk membuktikan seberapa besar harga diriku
Seberapa banyak ilmu dan kenangan yang kudapat dimasa itu
Tak satupun berujung suka …. Malahan luka ….

Akupun sendiri heran apakah aku yang sekarang ini
Tak mampu berbuat sedikitpun meski untukku sendiri
Karena saat-saat burukku mengintai setiap detik aku hidup
Mungkin … kesialan, kemalangan motto hidupku
Seakan-akan aku berjodoh dengan segala keburukan
Padahal dulu senyumku selebar rembulan yang purnama
Dan tak henti-hentinya berkhayal bahagia di hari esoknya
Tapi apa sebenarnya ….
Khayalku berbalik 180 derajat dalam rangkulan negatif
Mengisi hari-hari sepi bersama orang-orang senasip sepenanggungan
Dalam arahan para tuna karya …..

Entah berapa lama lagi aku berada dalam masa ini
Karena ku tahu tak mudah merubah keadaan yang seperti ini
Mungkin aku tenggelam dalam indahnya qodrat
Yang berat menimpaku …. Memaksa aku menangis
Dalam kekeringan air mata ….
Dan tak tahu bagaimana akhirnya …
Apakah mungkin aku kan sama dengan hari esok berikutnya ….

Created : 13 Desember 2003
“ < 0 nasipku “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: