Menara Siger Lampung

 

menara-siger

 

Penggagas : Sjachroedin Z.P. (Gubernur Lampung 2004-2009)

Arsitek : Ir. Anshori Djausal M.T.

Proyek : 2005 – 2009

Biaya : Rp15.000.000.000

Fungsi : Landmark Lampung

Letak : Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan

Dimensi : Luas 50 x 11 meter, Tinggi 32 meter (enam lantai)

 

New York punya Patung Liberty, Paris memiliki Menara Eiffel, dan Kuala Lumpur populer dengan Twin Tower. Jakarta identik dengan Tugu Monas, Palembang membanggakan Jembatan Ampera. Nah, Lampung kini mempunyai ikon Menara Siger. 

Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dalam peresmian Menara Siger, 30 April 2008, menyatakan optimistis Menara Siger akan mendorong kemajuan Lampung. Peresmian ini ditandai dengan penekanan sirine, penandatanganan prasasti, serta penglepasan merpati bersama puluhan duta besar. 

Dengan iringan lagu Mars Lampung oleh Korps Musik (Korsik) Pemprov Lampung, Ny. Truly Sjachroedin menggunting rangkaian melati di pintu masuk bangunan menara enam lantai tersebut. Gubernur memasuki menara bersama duta besar Kroatia, Sri Lanka, Jepang, Palestina, Afghanistan, Singapura, Filipina, keluarga Sultan Banten dan Sultan Kanoman Cirebon. Peresmian ini juga diwarnai pembukaan stan seluruh kabupaten/kota. 

Gubernur yakin Menara Siger akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) hingga 15%. Angka itu berdasarkan perkiraan jumlah kendaraan 3.500 unit per hari dan 15 juta orang per tahun yang melintasi Pelabuhan Bakauheni. Dengan asumsi 15 persen saja singgah ke Menara Siger, maka setiap tahun akan menghasilkan pendapatan Rp12,5 miliar. 

Pendirian Menara Siger mengawali pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) —penghubung Bakauheni—Merak. Menara Siger terbangun di atas bukit sebelah barat Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta wisata seluruh kabupaten/kota se-Lampung. Menurut Sjachroedin, Menara Siger bukan monumen masa lalu, tetapi bangunan masa depan yang akan jadi fenomena masyarakat Lampung. 

Mulut Naga 

Posisi strategis Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu gerbang Sumatera diibaratkan sebagai mulut naga yang memuntahkan kurang lebih 80 ribu ton hasil-hasil pertanian per hari. Dengan penggunaan teknik ferrocement, Menara Siger dijamin mampu menahan terpaan angin kencang. Bangunan ini merupakan karya arsitek asli Lampung, Ir. Hi. Anshori Djausal M.T. 

Teknik ferrocement merupakan pengembangan tim arsitek Menara Siger, dengan menggunakan jaring kawat menyerupai jaring laba-laba. Pengerjaan lambang siger dan beberapa ornamen tidak menggunakan cor-coran, namun bagian per bagian dengan tangan. Dengan metode ini, setiap inci bangunan tahan guncangan dan terpaan angin laut. 

Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Pembangunan menara sejak tahun 2005 menghabiskan biaya Rp15 miliar. Menara Siger adalah simbol Lampung. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi dapat menjadi ikon dalam segala hal: keagamaan, seni dan budaya, pendidikan. 

Anshori Djausal sebagai perancang mengungkapkan Menara Siger dapat memancing pengembangan kawasan pintu gerbang Pulau Sumatera. Pasca peresmian akan masuk investasi Rp100 miliar hingga Rp200 miliar. Dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung ini menambahkan, dalam setahun sekitar 15 juta – 20 juta orang melintas di Pelabuhan Bakauheni. Hal tersebut merupakan sebuah potensi bagi promosi kepariwisataan dan potensi ekonomi. 

Menata Siger adalah paduan antara land mark dan pariwisata. Bagi Anshori, Menara Siger ibarat gadis cantik yang akan memancing setiap orang untuk melamarnya. Maksudnya, Menara Siger akan menumbuhkan daya tarik dan magnet bagi setiap orang, termasuk daya tarik investasi. 

Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya. 

Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung. 

Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya. 

Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing. (Mahmudiono L.)

About these ads

24 Responses to Menara Siger Lampung

  1. dwickey says:

    trims pak gubernur dan pak arsitek yang membangun menara siger,aku bangga banget dengan kota ku ,meski sekarang aku tinggal dikota pempek,,,,, makasih banyak ya pak,,,,,///

  2. Jibril FM says:

    Salam Hangat…

    Kawan-kawan seperjuangan…
    posisi geografis Lampung yang sangat dekat dengan Jakarta, sudah seharusnya berbenah dan menata diri agar bisa menjadi barometer perkembangan Sumatera…
    sudah selayaknya yang muda merapatkan barisan, dan segera membangun komunikasi yg intens…
    agar segala hal yang mengakibatkan proses pembangunan Lampung terbengkalai bisa kita cegah dan benahi…
    kawan-kawanku semua…
    Jika difikir secara matang, Sang Bumi Rua Jurai bukanlah semboyan kosong, maka dari itu, persatuan pemuda Lampung menjadi sesuatu yang sulit untuk ditawar… hal ini jika kita berharap masa depan Lampung bisa dibangun dengan sambung rasa sesama putera Lampung, dan tidak mudah terkoyak hanya karena isu-isu rasial yang selama ini telah membutakan cita-cita kita semua…
    bersatulah Pemuda Lampung…
    Kita sambut Lampung Bersatu, Berdaulat, dan Berdaya Cipta…

    Salam…

    Jibril F. Mu’in

  3. M JUNISKO RISYAN says:

    MENURUT SAYA LAMBANG MENARA SIGER LAMPUNG ITU SANGAT BAGUS DI LIHAT DARI JAUH..

    TAPI MENURUT SAYA JIKA JEMBATAN JSS MAU DI BAUAT SEBAIKNYA TIU DI DEKAT MENARA SIGER LAMPUNG…
    TERIMA KASIH,.

  4. SUGIMAN says:

    PENGEN HIDUP DILAMPUNG. TAPI TAKUT KALO SENGSARA DI LAMPUNG. KATA MEREKA YANG SERING TINGGAL DI LUAR LAMPUNG. DAN MEREKA YANG MENCARI KERJA DI LUAR LAMPUNG.

  5. DianMauludin says:

    HOLAW…CINDO….! Jangan pernah berhenti untuk mengEKSPOSE hasil karya anak bangsa

  6. DianMauludin says:

    Lanjutkan menggali dan mengekspose budaya LAMPUNG !

  7. DianMauludin says:

    Banyak keinginan dan harapan untuk menjadikan Lampung sebagai daerah andalan tujuan wisata …”MARI BERSAMA BERSATU SOBAT GAPAI TUJUAN itu !”BAHAGIA LAMPUNG , BAHAGIA KITA SEMUA”

  8. yusnita says:

    wah…sy bangga dgn kmpg sy lampung selatan..sekarang tambah maju..walau pun sy b’ada jauh dri lampung skrg tpi,sy ttp rndu dgn lampung selatan…hidup lampung..the best kalianda…

  9. adi priyadi says:

    Knapa mahkota wanita yg jdi icon provinsi lampung,.. bukan mahkota laki2,..

  10. Mr.Hoover says:

    Mas Sudar, bilang sama Gubernurnya..
    Bangunannya sudah bagus, cuma sayang di cat menor kyk gt..
    sebenernya bentuk arsitektur sudah menganalogikan siger.., jadi tidak perlu lagi fasadenya diberi warna merah dan kuning (norak) untuk mempertegas bahwa itu siger, apalagi hanya dengan cat, jadi keliatan murah dan gak mewah..
    Apa salahnya dengan warna putih, biar lebih netral seperti bangunan..
    sebagai contoh http://en.wikipedia.org/wiki/Lotus_Temple Lotus Temple di India, analoginya Mawar tapi gak perlu diberi warna mawar supaya lebih elegant..
    Tapi saya yakin, arsiteknya pasti gak setuju dicat seperti itu.. cm karena ada intervensi orang yang gak paham sepertinya

  11. ident_lavina says:

    helau nian Lambang jak daerah sikam ni.jaya teghus Provinsi lampung.Beguwai jejama..

  12. Marzuki says:

    Mari kita bangun bersama, kepariwisataan Regional, Jakarta Banten Lampung

  13. Sakirin says:

    Maju terus Lampungku,tunjukan pd dunia kamu psti bisa !

  14. nanagregoriuz says:

    selamat pagi, kami dari Sekolah Darma Bangsa bermaksud menanyakan kepada pihak Menara Siger. Sehubungan dengan adanya kegiatan fieldtrip yang akan diikuti oleh siswa-siswi SMP Darma Bangsa, berniat menjadikan menara siger ini sebagai salah satu tempat kunjungan kami. yang kami tanyakan, bagaimana caranya agar kami bisa mengunjungi menara siger? kalau boleh, kami minta alamatnya> terimakasih

  15. sudar4news says:

    langsung datang ke menara sigernya saja, disana ada pengurusnya…

  16. Unik banget yaaahh..keren euy, gak nyangka loh di Indonesia ada bangunan bagus gini..Lampung emang keren d

  17. gin says:

    mantap dah..
    bangga jadi anak lampung.. :D

  18. ocha says:

    artistik ya…. jadi pengen hunting moto kelampung.. :)

  19. lizzz says:

    wah.. thanks infonya yaaa.. :)
    lagi bikin makalah soal lampung nih.. jadi terbantu deh.. :D
    bagus ya ternyata lampung itu.. :D

  20. kalo ke Lampung Ini bisa jadi alternatif pilihan nih.
    soale kan bulan Mei juga ada Lampung Fair,jd bs
    jalan2 slain ngeliat festival budaya di Lampung Fair

  21. cynthia says:

    wah mantap sekarang kota lampung ….

  22. sarah says:

    sebagai anak bangsa kita wajib memperkenalkan budaya daerah dengan lampung fair ini bisa memperkenalkan budaya tersebut

  23. irene says:

    ternyata lampung tdk kalah menariknya dengan yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: